(review) Warung Kopi Purnama – Bandung

image

Waktu dapet undangan buat rapat di Bandung, yang terlintas di kepala adalah “Horeee bisa sambil nikmatin kuliner Bandung.” Cuma yang jadi pertanyaan adalah: mau kemana.

Undangan rapatnya jam 10 pagi di sebuah hotel kawasan Merdeka. Berangkat dari rumah jam 6 pagi, jadi insyaallah masih punya waktu buat sarapan. Asal ga jauh-jauh.

Kebetulan aku masih penasaran sama Warung Kopi Purnama yang terletak di jl Alkateri. Pertama kali tau warung kopi ini dari akun instagram nya mba Tarlen @vitarlenology dan @cemprut sekitar 1-2 tahun yang lalu. As always, mata langsung ngiler kalau melihat sebuah tempat bernuansa “jadul”. Tapi karena cafe-cafe baru menjamur di Bandung, dan frekuensi ke Bandung semakin jarang, akhirnya Warung Kopi Purnama ini nyaris terlupakan, dan baru keinget kembali beberapa minggu yang lalu ketika liat status seorang sepupu sarapan di disitu.

So, there I was, finally, numpang sarapan di Warung Kopi Purnama. Kaya yang tadi udah aku bilang, warung kopi ini terletak di jl Alkateri, daerah pecinan nya kota Bandung. Kalo ga diburu-buru rapat sih aku lebih suka jalan kaki) eh tapi jl Braga nya lagi banyak perbaikan, jadi jalan kaki juga ga terlalu nyaman sih). Jalan Alkateri sendiri cukup terkenal untuk cari gorden dan pigura.

Begitu belok ke jl Alkateri dari jl Asia Afrika, papan nama Warung Kopi Purnama nya akan segera terlihat. Lokasi nya ga terlalu jauh dari ujung jalan, ada disebelah kanan. Di delan nya suka ada pedagang bandros dan bubur ayam.

Nuansa coklat tua dan coklat muda mendominasi interior kedai kopi ini. Kesan tua disini ga dibikin-bikin, karena memang kedai kopi ini sudah ada sejak tahun 1930. Yang paling aku suka, di salah satu dinding nya terpampang foto-foto jaman dulu.

image

image

image

image

Ketika aku datang suasana udah cukup ramai. Mau ga mau aku cuma bisa duduk di deretan tengah dekat dengan pintu masuk. Kurang cihuy sih kalo buat ngamatin dan moto-moto. Pagi itu aku memesan roti srikaya dan kopi hitam. Pilihan menu nya sebenarnya cukup beragam, katanya basi goreng dan bubur ayam nya cukup terkenal. Tapi berhubung aku jarang sarapan, roti srikaya udah cukup untuk saat iti.
image

image

Satu lagi yang menarik mataku. Lampunya. Lampu bulat putih susu, tapi ada sedikit hiasan bunga. Rasanya udah jarang nemu yang kaya begitu. Kalau yang putih susu polos sih banyak. Juga kaca patri warna warni yang ada di bagian depan toko. Memberikan sedikit warna di warung kopi yang kental nuansa coklat nya.

image

image

Soal harga bisa dibilang agak standar. Ga mahal, tapi juga ga murah. Oh yang menarik, disini udah ada wifi juga loh. Karena Warung Kopi Purnama ini udah dianggap jadi bagian dari pariwisata Bandung juga.

Buat yang penasaran pengen coba, yuk langsung capcuss ke Warung Kopi Purnama di jl Alkateri no 22 Bandung. Buka dari jam 06.30-18.00

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s