The begining…..

image

Aku paling suka sama cerita-cerita romantis. Bawaannya suka kelepek-kelepek deh kalo abis nonton atau baca buku cerita romantis. Trus suka nangis-nangis bombay pas adegan mengharukannya. Tapi diantara kisah-kisah cinta, aku paling suka sama kisah aku sendiri. Ga romantis memang, tapi jelas bisa bikin aku senyam senyum kalo mengingatnya.

Semua di mulai persis hari ini, 14 tahun yang lalu. Hari pertama aku ketemu sama Mas Met. Waktu itu kita udah kenal dari sekitar bulan Juni via chatting di MIRC dan ICQ, lanjut telepon-teleponan. Tapi baru di Desember itu mas Met meng”iya”kan ajakan aku untuk kopi darat. Jangan tanya deh kenapa sebelum-sebelumnya dia ga pernah mau kalo diajak ketemuan. Sampai sekarang pun aku blom berhasil menemukan jawabannya.

Jadi pas malam minggu via telepon, kita sepakat untuk ketemuan Minggu siang di Atrium Senen. Udah ga inget siapa yang inisiatif pertama ngajakin ketemuannya, tapi rasa-rasanya sih mas Metra. Ketemuan di depan bioskop jam 12 siang. Mas Met nanya bioskop itu di lantai berapa. Aku dengan sok tau nya bilang “paling atas kayanya”. Hihihi ternyata di bawah nya lagi. Mas Met bilang dia bakal pake kemeja putih. Aku? Pakai rok atas bawah warna abu-abu, kacamata ditempelin sticker, dan potongan rambut pendek.

Hari Minggu nya, 19 Desember 1999, aku didrop sama mama papa ke Atrium Senen. Datang kepagian khas aku. Ya udah muter-muter aja dulu. Sampai akhirnya sadar kalo bioskop itu bukan lantai paling atas. Waduh!!! Ah, tapi kan palingan mas Met naik satu per satu, jadi pasti nemu bioskop nya duluan, pikir ku saat itu.

Sekitar jam 12 aku udah di depan bioskop. Celingak celinguk mencari sosok cowo tinggi dengan kemeja putih. Sempet liat cowo tinggi dengan baju putih, jalan ke arah aku, udah mikir apa itu dia, tapi ternyata lewat begitu aja. Hampir jam 1 hp ku bunyi (saat itu udah punya hp nokia yang jadul banget itu loh). Rupanya dari mas Met, ngabarin kalo telat karena kejebak ujan.

Nunggu, nunggu, nunggu…. Saat itu posisi ku mengarah ke sebelah kanan, menatap eskalator. Walaupun ga tau mas Met akan datang lewat eskalator yang sebelah mana. Kan ada 2 tuh. Tiba-tiba mata ku menangkap sosok yang tengah turun di eskalator dengan setengah terburu-buru. Orang itu pakai kemeja putih. Wah, ini kali yaaaa, pikir ku dalam hati. Turun dari eskalator, dia mengarah ke arah bioskop, udah ga terburu-buru lagi. Agak sok cool malah cara jalan nya. Begitu agak mendekat, mata kami bertemu. Dia menggerakan bibir nya, bertanya “Dian ya?” dengan alis kiri yang terangkat. Rasanya aku reflek mengangguk.

Begitu akhirnya kami bertemu, agak salting sih. Bingung mau ngomong apa. Akhirnya kami pun menonton. Pilihan film saat itu Toy Story 2 atau James Bond. Dan karena lagi puasa (apa coba hubungannya) akhirnya kami memutuskan untuk nonton Toy Story 2.

Well, itu pertama kalinya aku dan mas Met bertemu. Ga pernah berpikir kalau akhirnya dia yang akan menjadi suami aku, menjadi pelabuhan hati aku. Tapi aku bersyukur banget Allah udah mempertemukan kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s