I Scream For Igloo, Bekasi

You may not always end up where you though you were going, but you will always end up where you are MEANT TO BE.

-UnKnown

On Wednesday, I choose to spent my days with my best friends. Laugh, enjoying life, and forget about problem of life. Kemudian beberapa orang berkomentar “Enak banget sih hidup lo, Yan?” and I just smile and say “Alhamdulillah.”

Jadi rabu kemarin itu aku berencana main ke rumah Anggi. Ngapain? Ga jelas mau ngapainnya. Cuma pengen keluar rumah, ketemu sahabat-sahabat dari SMA, nongkrong cafe-cafe yang ga jauh dari rumahnya, ngobrol ngalor ngidul, dan kalau ga malas (harus ga malas sebenarnya sih) nulis soal tempat-tempat nongkrong itu.
image

Dan di sinilah aku sekarang. Setelah kehilang mood nulis hampir sepanjang minggu, memaksa diri HARUS kembali menulis. Biar seger sejuk di tengah panasnya kota Jakarta, mari kita mulai menulis dari tempat yang paling bikin adem. Igloo, Scream for Ice Scream!!!

Rencana main-main di rumah Anggi ini udah ada dari dua minggu sebelumnya. Melissa udah semangat brosing-brosing tempat nongkrong yang lucu. Salah satu yang muncul adalah Igoo ini. Katanya baru buka cabang baru di Perum Galaxy. Asik, jelas itu deket rumah Anggi. Tapi dimana persisnya sempet bikin bingung. Di google map blom kebaca. Nanya di twitter pun ga dijawab. Padahal udah ngiler pengen nyoba (dan foto-foto).

Akhirnya berbekal sebuah info yang katanya ada di Jl Pulo Sirih Barat Raya, depan Grand Galaxy CarWash, kami pun menyusuri sepanjang jalan itu. And there there are! Tempatnya agak sedikit nyempil emang. Ga besar. Tapi bener, persis di sebrang Grand Galaxy CarWash itu. Waktu kita datang masih sepi, sempet mikir belum buka. Tapi kata mba-mba nya, udah buka kok.
image

Kami memesan Reggae Fussion dan Waffle Bowl rasa coklat buat kami bertiga.  Reggae Fushion itu ada tiga scoop es krim disajikan di atas pancake. Pancakenya ga bulet, bentuk jaring-jaring gitu. Sayang es krim nya ga bisa pilih rasa. Strawberi, durian, dan green tea. Hari itu kayanya aku lagi tergila-gila sama strawberi deh. Karena rasanya strawberi-nya enak banget. Sementara Anggi suka banget sama green tea-nya. Kalau yang Waffle Bow ya sesuai namanya, es krim di atas waffle dengan toping dan es krim yang bisa kita pilih rasanya.
image

image

Untuk harga, cukup ramah dompet. Reggae Fusshion dibandrol seharga Rp 38.000 dan Waffle Bowl nya seharga Rp 18.000. Next time kalau ke sini lagi pengen coba Banana Splitnya.

Ice scream anyone?

Mari mari mampir ke iGloo. Letaknya di:

iGloo Scream For Ice Scream

Jl Pulo Sirih Barat Raya, Bekasi

Salam ice cream,

DianRavi

Fresh From The Steamer: Bolu Kukus Mingkem First Trial

image

Udah lama banget rasanya aku ga bikin-bikin kue. Semenjak pindahan rumah dan dadah muah sama oven. Semenjak rajin terima orderan cupcakes dan berakhir dengan bolak-balik tipus dan akhirnya ga dibolehin jualan cupcakes lagi. Semenjak jadi betah jalan-jalan. Ah, semua itu hanya alasan. Bilang aja kalau males bikin adonan kue, Yan!

Dan entah kapan itu mas Met tiba-tiba nyeletuk, “Udah lama ih ga makan bolu kukus. Kangen juga.” Oke, aku anggap itu adalah kode “minta dibikinin kue”. Sebagai istri yang senang banget kalau bisa bikin makanan yang diminta suami (maklum aja, suami ku ini jarang banget rewel soal makanan, enak ga enak pasti ditelen), langsung deh belanja bahan-bahan keperluan untuk bikin bolu kukus. Tapi di hari itu juga….. Klontrang! Kukusan kesayangan yang emang udah tua jatuh, pecah, dan  nyiram air panas ke kaki  mba di rumah. Kukusan gantinya adalah bonus dari pembelian mixer yang lupa keluar dari kardusnya. Bentuknya agak susah dibungkus kain untuk menghindari tetesan airnya. Hm…yang ada gagal mengkrok dong nanti bolu kukus nya. Langsung ilfeel rasanya.

“Di, bikin bolu kukus mingkem aja. Bagus tau,” saran kakak sepupu ku waktu aku curhatin soal takut gagal bolu kukus nya.

“Eh, mana ada bolu kukus mingkem itu bagus, Teh. Yang ada artinya kena kutukan bolu kukus.”

Ga lama, kakak sepupu ku itu mengirimkan foto-foto bolu kukus mingkem yang ternyata emang bagus. Bolu kukus karakter nama lainnya. Brosing-brosing resepnya dan jadilah trial pertama aku hari ini. Voila!!!
image

Cuma 3 dari 9 bolu kukus yang berhasil. Ahahahaha not bad lah. Besok-besok dicoba lagi deh. Kemungkinannya karena api nya terlalu besar. Well, yang ajaib dari bolu kukus ini adalah, rasanya dulu itu kalau bikin bolu kukus takut banget kalau ga mekar. Karena bolu kukus cantiknya kalau tertawa ngakak.  Tapi sekarang justru bolu kukus mingkem ini malah jadi lucu dan digambar aneka karakter.

image

Resep yang aku pakai dapat dari sini:

http://www.dianacahya.com/2013/03/17/character-bolu-charbol

Character Bolu (CharBl) by Diana Cahya

Bahan:

  • 140 gr tepung terigu
  • 1,5 sdt baking powder
  • 110 gr gula halus
  • 2 telur
  • 75 ml susu cair
  • vanili
  • 1 sdt SP
  • pewarna makanan, sesuai kebutuhan

Cara:

  1. Panaskan kukusan
  2. Aku menggabung semua bahan dan langsung diaduk pakai mikser sampai adonan terasa kental.
  3. Bagi adonan, tergantung mau jadi berapa warna. Kasih pewarna.
  4. Masukan ke cetakan bolu kukus, isi mau seperti apa.
  5. Kukus selama 10 menit. Aku tadi pakai api besar 5 menit, dan sedang 5 menit (besok-besok aku coba api sedang aja 10 menit).

Gimana? Berminat coba bikin juga? Yuk mari bikin adonan bolu kukus ini. Aku juga belum kapok kok. Masih pengen naklukin bolu mingkem ini.

Yang masih semangat mencoba,

DianRavi

BERGAYA DIANTARA BUNGA-BUNGA DI KEBUN BUNGA BEGONIA – LEMBANG

DSCN2599_1_Soft

If I had a flower for every time you made me smile and laugh, I’d have a garden to walk in forever.

– Unknown

Udara dingin Bandung membuat aku masih ingin meringkuk di dalam sleeping bagandalan yang selalu aku bawa tiap berkunjung ke rumah nenek di daerah Bandung Barat. Bisa kurasakan rasa gatal di hidung pertanda alergi cuaca mulai menyerang. Suara TV dengan volume extra kenceng terdengar dari lantai bawah, pertanda Mamih, panggilan untuk nenek ku, udah duduk manis depan TV. Ku beranikan diri keluar dari sleeping bag  dan meraih telepon genggam. Hari ini aku mau bermain dengan sepupu-sepupu.

Tadi malam aku sempat melontarkan keinginan untuk bermain ke Kebun Begonia di Lembang. Yang disusul oleh komentar “Apaan itu teh?” sama sepupu-sepupu ku. Aku pun menjelaskan sedikit soal Kebun Begonia ke mereka.

Kebun Begonia yang terletak di Lembang itu awalnya ya kebun bunga biasa, yang emang banyak di daerah Lembang. Menjual aneka bunga juga sayur. Tapi belakangan ini Kebun Begonia jadi trend tempat wisata baru. Kita bisa foto-foto cantik sambil bereksis ria buat di share di social media. Aku pun menunjukan foto-foto yang beredar di Instagram.

Pagi itu aku udah ga sabar menanti dijemput Teh Mia, kakak sepupu ku, beserta anaknya Farel. Sepupu yang lain pun, Bunga, katanya lagi dalam perjalanan ke rumah Mamih. Sementara Mamih kayanya kesenengan disamperin sama cucu-cucu nya dan begitu tahu kami mau pergi main ke Lembang, tahu-tahu beliau mengeluarkan dompet dan memberikan dua lembar uang berwarna biru ke masing-masing cucu nya. Hihihi Alhamdulilah ya…

DSCN2600_1_Soft

Kebun Begonia ini terletak di Jl Maribaya no 120 A Lembang. Ga usah takut susah nyari nyari nya, karena letaknya persis di pinggir jalan sebelah Kebun Rizal. Tiket masuk per orang Rp 5.000, dalam hati udah teriak girang “Yeayyy murah!” Tapi kemudian dikasih tahu ada biaya kamera Rp 50.000 per kamera. Bye bye lembaran biru….

Begitu masuk area Kebon Begonia akan nampak bunga-bunga Begonia Bali yang merah mendominasi. Dan karena saat itu masih dalam rangka nuansa Imlek, maka rasanya menyatu banget sama lampion-lampion merah yang lagi menghiasi kebun.

DSCN2627_1_Soft

DSCN2613_1

DSCN2608_1_Soft

DSCN2611_1_Soft

Kebun bunga ini cocok sekali buat berfoto-foto ria. Sekilas ga terlalu luas, tapi banyak spot mendukung untuk bikin foto-foto cantik. Ga cuma karena aneka bunga nya aja. Pemilik nya cukup telaten membuat kebun ini cantik. Ada tempat duduk di beberapa area nya, juga ayunan. Plus kita bisa bergaya pakai topi jerami yang emang udah disiapin (jangan lupa dikembaliin saat pulang ya).

DSCN2615_1_Soft

DSCN2621_1_Soft

DSCN2623_1_Soft

DSCN2647_1_Soft

DSCN2650_1_Soft

Tapi spot favorit aku diantara ilalang-ilalang tinggi besar.

DSCN2632_1

DSCN2634_1

Kesan-kesan aku soal Kebun Begonia ini? Worth to visit when you’re in Bandung or Lembang. Disini kita juga bisa beli bunga dan ada cafe nya untuk makan.

Kebun Bunga Begonia

Jl Maribaya no 120 A Lembang

Selamat berpose di Kebun Begonia. Say cheese!!

DianRavi

Nyaman dan Kenyang di Kampung Sate, Wanayasa

image

I know every family has its problems. But I admire those that stick together.

-UnKnown

Kalau ngomongin kuliner-nya Purwakarta, pasti yang terlintas adalah sate maranggi. Ga sedikit teman-teman aku yang senang banget berkomentar “Sate maranggi itu yang paling enak ya di Purwakarta-nya. Itu loh yang tempatnya dipinggi jalan kalau mau ke Bandung jaman belum ada Cipularang,” kalau lagi membahas soal sate maranggi yang belakangan ini semakin menjamur. Iya, Sate Maranggi Cibungur emang juaranya. Karena biar gimana pun itu yang original.

Tapi ketika aku bermain ke Wanayasa tempo hari, seorang sahabat yang kebetulan orang Wanayasa bilang “Yan, lo harus mampir ke Kampung Sate. Sate marangginya juara. Menurut gue itu salah satu yang the best selain yang Cibungur.” Nampaknya cukup meyakinkan. Apalagi aku tahu banget, sahabat aku ini cuma akan merekomendasi tempat-tempat atau makanan yang buat dia emang terbaik. Orangnya emang punya selera cukup tinggi. Dan kebetulan masih pengen nikmatin wisata kuliner sebelum balik ke Jakarta, ga ada salahnya kita mampir ke Kampung Sate.

Lokasi Kampung Sate kalau dari Giri Tirta Kahuripan, lanjut terus ke arah situ Wanayasa. Tapi tempatnya ga disekitar situ. Kalau bantuan google map, insyaallah ketemu. Posisinya ada di kiri jalan.

Jadi siang itu setelah check out dari Giri Tirta Kahuripan kami kembali mengarah ke situ Wanayasa. Pake bantuan google map lagi dong. Sebenarnya kemarin itu sempat liat lokasinya. Tapi dari pada kelewat, mending minta bantuan google map. Ketika google map teriak “Your destination is on your left” aku bingung. Kok ga ada papan Kampung Sate-nya. Malah tempat makan lain.  Akhirnya mobil melambat aku menoleh kanan kiri dengan sedikit rasa waswas. Maklum, pak supir kesayangan udah agak sedikit melotot seolah lagi ngomong “Awas kalau dibawa ke tempat yang aneh lagi.” 😀 Dan ternyata lokasinya ada disebelah tempat yang diteriakin google map sebagai Kampung Sate.

Masuk ke dalam Kampung Sate, aku berdecak bahagia. Wah, ini tempat asik banget banget buat foto-foto. Bata merah mendominasi bangunan ini, mengingatkan aku akan kesan rumah di perkebunan. Tempat makannya bisa di indoor, out door, juga saung.  Pilihan kami jatuh pada saung. Alasannya biar bisa sambil selonjoran santai. Bagian belakang yang juga tempat saung-saung ini masih dikelilingi pohon-pohon pinus yang lagi-lagi membuat kamera aku menjerit minta mengabadikannya. Bahkan ga lama setelah kami datang, ada yang foto pre-wedding diantara pohon-pohon pinus itu.
image

image

image

image

image

image

Siang itu lagi-lagi kami memesan porsi kalap. Kami memesan 40 tusuk sate maranggi, 2 porsi karedok, tahu, juga aneka jus sesuai selera masing-masing. Dan yang bikin kaget adalah saat bayar. Total bon kami adalah Rp 180.000. Wow, magic! Bahkan kemarin makan siang di sekitar situ nya aja jauh di atas itu harganya. Rasa sate marangginya juga beneran enak kok. Highly recomended.
image

Aku pun sempat ga mau kalah sama pasangan yang foto pre-wedding tadi. Mau ikutan foto di antara pohon pinus itu. Tapi fotografer andalan mendadak hilang di toilet. Terpaksa minta tolong Nina, adikku. Dan aku pun mendadak mati gaya. Ahahahaha dasar biasa moto bukan difoto, gini deh hasilnya. Ini adalah yang termending diantara beberapa foto lainnya.

image

Barangkali mau mampir ke Kampung Sate?

Kampung Sate

Jalan Raya Purwakarta – Wanayasa

Salam sate,

DianRavi

Let’s Go Out at Weekend

image

Wanderlust: (n) a strong desire for impulse to wander or travel and explore the world

Tadi pagi nonton Tetangga Masa Gitu yang disiarin sama Net TV. Ada yang suka nonton itu? Aku suka! Karena ceritanya sederhana, lucu, dan kadang bisa bikin aku pun berkata “So sweeet…!!” Anyway, tadi itu ceritanya tentang weekend yang membosankan. Bintang bosan karena Bastian lagi asik bangun rumah korek, dan  Angel bosan karena  Adi sibuk melukis. They both bored with nothing to do. And it hit me. Aku sering banget kaya gitu.

Weekend, bosan di rumah. Rasanya pengen banget jalan-jalan. Tapi Mas Met memilih leyeh-leyeh sepanjang hari. Sambil sesekali asik baca berita bola. Kadang akhirnya berakhir dengan aku grundel sendiri. Ya mirip-mirip sih sama kisah Bintang dan Angel itu. Meskipun ga setiap weekend aku pasang aksi grundel sih. Ada kalanya akhirnya mas Met mau menemani aku jalan-jalan melihat ibukota. Tapi ga jarang juga aku udah bikin rencana pengen ke suatu tempat saat akhir pekan, dan berakhir mas Met nya malas.

Eits, postingan ini bukan tentang menjelekan suami kok. Suami aku sih ga jelek. Ganteng kalo buat aku sih *sengaja muji biar makin sering diajak jalan-jalan*. Juga bukan bermaksud berkeluh kesah soal kebosanan di rumah. Bukan. Terus, maksudnya posting ini?

Pengen cerita aja. Kalau ternyata aku tuh ga sendiri yang suka merasa bosan dianggurin sama suami di akhir pekan. Tuh, buktinya Angel dan Bintang juga kan. Nah,barangkali aja ada yang merasakan sama juga sama yang aku rasakan ketika akhir minggu datang. Ada? Ada?

Kalau aku biasanya saat weekend dan pengen jalan tapi dicuekin suka pasang gaya hilir mudik. Bolak balik aja keluar masuk kamar kaya sok sibuk demi mencari perhatian. Akhirnya diperhatiin? Tapi ya gitu cuma diperhatiin aja kalo aku mondar mandir, ga berakhir sukses jalan-jalan juga. Terus kalau berhasil mau diajak jalan pengennya kemana?

Aku tuh bukan anak mall. Senang masuk mall kalau emang ada yang lagi diincer. Entah itu suatu barang atau tempat makan yang pengen diicip. Tapi kalau bisa pergi sama mas Met, yang paling aku pengenin itu pergi piknik atau ke museum.

Jadi, mari kita pergi weekend ini!

DianRavi

**asli bukan tulisan modus buat pak suami. tapi kalau emang dibaca, semoga aja beneran diajak piknik**

Celebrating My Mom Birthaday at Giri Tirta Kahuripan, Wanayasa

image

Spend a little more time trying to make something of yourself and a little less time trying to impress people.

The Breakfast Club

“Mama tahun ini ulang tahun nya mau dirayain dimana?”

“Mama pengen piknik dong. Ke Kebun Raya Bogor kayanya asik.”

Hmmm merencanakan pesta ulang tahun ke 60 mama ini rasanya pengen sesuatu yang spesial tanpa harus nyusahin. Tanggal 13 September itu jatuhnya pas di hari minggu. Cocok buat kumpul-kumpul kami berlima. Aku tahu sebenernya tahun lalu mama memimpikan sebuah pesta di Taman Bunga Nusantara bersama kakak-kakaknya. Tapi apa daya nampaknya aku belum sanggupmewujudkan mimpi itu. Maafin anakmu ini ya ma.

Jadi pilihannya adalah liburan keluarga kecil kami aja yang berjumlah lima orang. Waktu cerita ke Mas Met soal mama kepengen piknik ke Kebun Raya Bogor disambut dengan tatapan kaget. Aku tahu, pria kesayangan aku ini paling anti ke Bogor, karena macet. Makanya pas ulang tahun aku aja aku bela-belain wujudin mimpi main ke Bogor itu tanpa dia. Kemudian aku melontarkan ide “Ya udah, kita ke Puncak aja yuk. Nginep disana.” Langsung disambut dengan kaget tiga kali lipat dengan komentar “Ga punya ide yang ga pake macet ya?” Ahahahahaha

Akhirnya aku pun kembali brosing-brosing mencari ide tempat wisata yang ga jauh dari Jakarta, ga pake mahal. Sampailah ke sebuah desa bernama Wanayasa di Purwakarta.  Udah agak lama penasaran sama Wanayasa. Sebenarnya ada apa sih di Wanayasa? Dan mbah google pun mempertemukan aku dengan Giri Tirta Kahuripan. Kalau liat ulasan di web-nya, Giri Tirta Kahuripan ini merupakan sebuah agro wisata resort. Wah, cocok banget ini sama mama yang punya cita-cita bikin agro wisata. Tapi yang bikin agak sebel, mbah google ga berhasil memperlihatkan agro wisatanya seperti apa. Justru yang banyak adalah gambar sky pool-nya yang emang jadi tujuan utama wisatanya. Pas aku tunjukin hasil temuanku, mama langsung seneng. Ikut brosing sendiri (untung aja mama ini juga suka berenang). Jadi akhirnya diputuskanlah untuk 12-13 September 2015 kami akan menginap di Giri Tirta Kahuripan. Horeeee liburan!! Sayang, ketika booking kamar, yang tersisa hanya tinggal tipe wooden house, yang sebenarnya kami menginginkan tipe villa biar satu tempat aja. Ya sudahlah, masih untung daripada ga dapat kamar sama sekali.

Menjelang weekend itu aku baru sadar kalau aku masih kurang info soal wisata lainnya di Wanayasa. Efek mood yang lagi ga bersahabat (salahkan aja selalu mood ya), juga laptop yang lagi ngambek suka mati sendiri. Aku pikir, ya udahlah, mungkin nanti orang resort nya bisa bantu kasih-kasih pilihan tempat wisata. Aku tahu sih ada Situ Wanayasa juga air terjun. Tapi lokasi air terjun itu ga tahu dimana.

Hari keberangkatan pun tiba. Kami terbagi jadi 2 rombongan dari arah yang beda. Aku, mas Met, mama, dan papa sama-sama dari Jakarta. Sementara Nina terpaksa ditemenin supir dari Bandung. Kami janjian ketemu setelah keluar tol Ciganea.

Jam 10 kami berangkat. Dengan harapan makan siang di sekitar situ Wanayasa. Karena kalau menurut google map, dari rumah ku ke situ Wanayasa itu sekitar 106 km, sekitar 2 jam 30 menit. Tapi kenyataannya kami baru berhasil sampai di situ Wanayasa jam 13.30. Kenapa? Karena jalan ke Wanayasa yang harusnya keluar Ciganea ke arah kota Purwakarta, susurin jalan Kapten Halim,  kami malah terus ke arah Subang lewat jalur Bojong-Sawit, yang artinya menjauh, meski bonusnya adalah jalanan besar dan bagus.

Ketika akhirnya sampai di Wanayasa, cacing-cacing di perut udah pada bernyanyi. Milih tempat makan pun ga konsen. Pilihan kami (aku sih lebih tepatnya yang ngarahin) ke Saung Bang Jo yang parkirannya saat itu tampak lenggang dan menghadap ke situ Wanayasa.
image

image

Sate kambing, sate kambing tanpa lemak, dan sate maranggi jadi pilihan kami sebagai menu makan siang itu. Matahari lagi terik lucu sekali saat itu, niatan jalan-jalan di sekitar situ terpaksa aku urungkan. Selain itu, ga ada juga yang mau nemeninnya. Jadi selesai makan, kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke penginapan. Nanya sama pegawai di Saung Bang Jo sih harusnya sekitar 7 km lagi.  Tancap gas buat leyeh-leyeh….

Google map kali ini sukses menyesatkan kami. Ada 3 jalan menuju Giri Tirta Kahuripan yang ditunjuk sama google map. Kami melintasi ke 3 jalur yang ditunjuk sama google map. Kenapa sampai 3-3 nya? Karena yang 2 sukses menyesatkan kami ke jalan kecil (bahkan berakhir jalan tanah) yang ga mungkin dilalui lagi. Thankyou, google map! Tips buat yang mau ke Giri Tirta Kahuripan, ikutin aja jalan besar sampai ADA PETUNJUK ARAH MASUK KE GIRI TIRTA KAHURIPAN. Kalau belum nemu papan petunjuk, jangan coba-coba belok!

image

Sampai juga di Giri Tirta Kahuripan. Mobil kami dilarang langsung masuk. Aku diminta check-in terlebih dahulu di front office-nya. Kalau udah selesai urusan check-in baru deh boleh masuk ke dalam menuju penginapan.
image

Ada kabar gembira. Tipe villa mendadak available. Alhamdulillah, rejeki anak soleh. Langsung upgrade ke tipe villa. Oh iya untuk tipe-tipe yang tersedia dan harga bisa langsung diliat disini: http://resortgiritirta.com/room_rate.html ya. Harga itu termasuk sarapan, fasilitas kolam renang, dan keliling wahana argo wisata. Untuk tipe villa dan cottage masih ada tambahan welcome drink. Selama di area Giri Tirta Kahuripan ini kami diminta pakai gelang kertas yang anti air. Tujuannya untuk menunjukan kalau kami adalah tamu hotel.
image

image

Ngaso-ngaso sejenak sebelum berenang sore. Kolam renang di Giri Tirta Kahuripan ini emang jadi daya tarik utamanya. Kolam renang dengan konsep sky pool sambil memadang pemandangan dari atas  bukit. Sayang, mas Met ga bisa ikut berenang. Dari beberapa hari sebelum berangkat dia terserang biduran. Jadi cuaca di Wanayasa yang agak-agak sejuk sukses membuat dia kambuh dan terpaksa teler akibat obat.

Berenang sampai berapa kali? Dua kali dong. Ogah rugi kami. Pertama sore hari pas dateng. Kemudian lanjut minggu pagi setelah tiup lilin ulang tahun mama. Kami jadi keluarga pertama yang nyebur di kolam pagi itu. Ahahahaha Beneran berenang sampai puas judulnya.

Selesai berenang, sarapan, kemudian kami mencoba agro wisatanya. Saking takutnya ngantri naik kereta ceria, yang ada kami, lagi-lagi jadi yang paling pertama.
image
image

image

Ada apa aja yang bisa diliat di agro wisata ini? Justru aku pun penasaran. Karena hasil gogling rasanya ga memuaskan. Jadi ketika kereta ceria itu membawa kami sekeluarga untuk melihat-lihat, akuexicited luar biasa. Jawaban dari rasa penasaran aku adalah: ada koleksi binatang. Ga banyak memang. Seperti buaya, kambing,  burung kakak tua, dan yang paling menarik buat kami adalah ikan araipama dari amazon. Ada juga tempat buat piknik (kalau kesini coba deh bawa persiapan piknik), kolam pancing, dan kolam seluncur.

Ga kerasa udah menjelang siang hari. Saatnya kami untuk berkemas dan kembali ke ibukota. Liburan hampir usai. Kami masih akan mampir makan siang di Kampung Sate (review nya aku pisah ya) dan bergegas pulang lewat jalan Kapten Halim yang ternyata macet!! Jalan ini emang lebih pendek. Tapi cenderung sempit dan lagi ada perbaikan jalan yang mengakibatkan antrian panjang.

Berikut ini adalah beberapa bukti keeksisan kami:
image

image

image

Overall menurut aku, liburan di Giri Tirta Kahuripan ini boleh juga lah. Ga untuk sering-sering karena pasti bosan. Tapi sekedar jadi alternatif liburan yang ga jauh dari ibu kota sangat recomenden. Jangan lupa bawa aneka cemilan biar makin seru.

Resort Giri Tirta Kahuripan

Jl. Raya Wanayasa, Desa Taringgul Tonggoh RT 13 / RW 04, Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

No hp: 0877-7879-3168

web: http://resortgiritirta.com/

Happy holiday!

DianRavi

Cerita @SepotongKue dan Beberapa Cemilan di Pasar Santa

The less you care, the happier you’ll be

-UnKnown

Sekitar dua minggu yang lalu aku berkesempatan main ke daerah Senayan, dalam rangka mengunjungi pameran Indonesia International Islamic Fashion and Products yang diikuti seorang sahabat. Ya namanya juga berusaha jadi sahabat yang baik kan ya, jadi aku dan sahabat yang satu lagi, Melissa, berbaik hati mengunjungi guna memberikan dukungan moril. “Chaiyo, Anggi!!!” Meskipun kami adalah dua pengangguran yang agak-agak mikir dua kali untuk belanja di pameran (dibaca “pelit” ya).
image

image

Mumpung lagi di daerah Senayan, aku pun langsung berinisiatif untuk ngajak Melissa ke Pasar Santa. Udah agak lama aku ngejanjiin dia buat wisata kuliner di pasar yang sempet jadi trending topik sebagai tempat nongkrong itu.  “Gue mau makan es krim ya!” serunya ketika aku utarin niatan buat lanjut nongkrong di Pasar Santa sore harinya. Kami berdua memang sama-sama korban foto-foto makanan di Instagram. Asal liat foto makanan menarik, rasanya pengen langsung berwisata kuliner 😀

Sedikit info buat yang barangkali blom tahu soal Pasar Santa. Pasar Santa itu adalah pasar tradisional yang ada di daerah Jakarta Selatan yang laintai duanya”disulap”menjadi sebagai salah satu tempat hang out dengan aneka wisata kuliner. Tapi jangan bayangin kaya nongkrong di mall ya. Namanya juga pasar. AC ala kadarnya, kios-kiosnya pun ukurannya agak kecil.

Kapan waktu terbaik ke Pasar Santa? Bagusnya sih di weekend. Karena kalau hari biasa, ga semua tokonya buka. Tapi siap-siap aja susah parkir. Kalau mau di hari kerja, katanya coba antara Rabu-Jumat di jam-jam pulang kantor hingga malam hari.

Jadi kembali ke kisah aku. Kebetulan itu hari Kamis, aku sih berharap akan ada cukup banyak gerai makanan yang buka. Tapi sayang, ketika kaki ini melangkah di lorong-lorong pasar, ga begitu banyak yang buka. Meski begitu, aku bersyukur karena Sepotong Kue buka. Nyummm….

Untuk kedua kalinya aku ke Pasar Santa, dan aku menjadikan apple cake di Sepotong Kue ini sebagai menu wajib. Bahkan saat sekarang nulis ini aja rasanya air liurku meleleh, menginginkan ice cream homemadenya yang lembut disajikan di atas potongan apple cake. Sebenarnya, selain apple cake ada juga pilihan buns, bread cone, ataupun choux. Tapi dasar aku ini mahluk yang kadang kalau udah jatuh hati suka susah move on, jadi untuk kedua kalinya aku lagi-lagi memesan apple cake, dengan ice cream strawberry di atasnya. Oh iya, untuk apple cake dengan ice cream ini dibandrol seharga Rp 25.000, yang menurut aku harga yang wajar. Karena porsinya pun bukan versi imut-imut.
image

image
image

Selain mencicipi apple cake di Sepotong Kue, kami pun mencoba Ferrero wafel yang ditawarkan di Lady in Cream. Sebenarnya mau aku banyak disini. Karena itu wafel-wafelnya sangat fotogenic. Harga yang ditawarkan Rp 35.000 untuk semangkuk wafel berisi ice cream dengan coklat ferrero.

image

image

image

Bukan Dian kalau ga ngopi. Pilihan tempat kopi jatuh ada GayoBies Coffee. Hal ini gara-gara suka banget sama taglinenya: Where Coffee means life, love and passion. See, kadang kemasan itu memang penting. Dalam hal ini sebuah tagline berhasil menggiringku untuk menikmati secangkir coffee latte panas.image

image

Ketika adzan magrib berkumandang, kami pun bergegas ke mushola yang ada di lantai 3 sebelum akhirnya kembali pulang menembus kemacetan ibu kota. It’s just another one fine day. Alhamdulillah.

Buat yang  penasaran ingin ke Pasar Santa, lokasinya ada di:

Pasar Santa:
Jl. Wolter Monginsidi, Kby. Baru, Jakarta Selatan
Selamat jalan-jalan!
DianRavi